You need to know About fire suppression system

Fire suppression technique adalah suatu sistem rangkaian kinerja Physical serta Electric powered guna mendeteksi api serta memadamkan api baik secara otomatis ataupun manual. Hal ini dilakukan melalui multimedia agent pemadam dengan menghilangkan salah 1 bagian yang segitiga api sehingga mampu menghentikan penyebab terjadinya pembakaran pada sebuah Gedung.

Fire Suppression Programs kini menjadi kewajiban pada beberapa industri karena bisa mencegah kerugian serta kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran. Penggunaan fire suppression devices diterapkan pada area melalui tingkat kebakaran tinggi atau pada region yang berisi aset-aset berharga yang rawan jika terkena air.

Pengaplikasian Fire Damping pada Gedung
Umumnya, fire suppression process menggunakan media agent gasoline yang aman bagi peralatan bermuatan listrik, tidak meninggalkan zat residu serta terjaga juga bagi lingkungan (Green Protection) dan manusia yg disebut clean agent.

Mass media tersebut dalam nantinya didistribusikan dengan system total luapan untuk memadamkan api di dalam area yang diproteksi. Sebabnyua fire reductions system indonesia adalah solusi pengganti rain water sprinkler yang berbahaya buat peralatan bermuatan listrik ataupun dokumen-dokumen berharga karena memakai air sebagai media pemadamnya.

Fire reductions system dapat diaplikasikan pada:
• Ruang arsip
• Ruang hardware
• Ruang kontrol
• Ruang panel listrik
• Gudang elektronik/ area-area yang menyimpan peralatan bermuatan listrik lainnya.

Konsep Dasar Kebakaran
Kebakaran adalah peristiwa pembakaran yang tidak kita inginkan. Pembakaran adalah proses reaksi oksidasi yang cepat antara bahan bakar dan zat pembakar yang umumnya menghasilkan api dan nyala.

Ada tiga komponen yg dibutuhkan bagi terjadinya pembakaran yaitu:

Petunjuk Bakar
Oksigen
Panas
Komponen lain adalah reaksi kimia beruntun. Ketiga kompenen ini adiwarna fire suppression system . Jika reaksi kimia beruntun diikutkan maka disebut Tetrahedron Api. Tanpa hadirnya salah satu komponen tersebut maka pembakaran tidak mengenai terjadi.

1. 1 Metode Pembakaran
Temperatur yang diinginkan bahan bakar untuk memulai penyalaan disebut temperatur ataupun titik nyala (flash point). Pada titik nyala, bahan bakar padat atau cair akan mengalami dekomposisi secara termal atau menguap ravage bercampur dengan oksigen di udara membentuk campuran dalam dapat terbakar (ignitable mixtures). Biasanya titik api ekstra tinggi 5 – 12 derajat daripada titik nyala.
1. 2 Perpindahan Panas Nyala Api
Mekanisme perpindahan panas nyala api didominasi oleh perpindahan panas sebagaiselaku, ala, menurut, konveksi dan radiasi. Pada temperature yg tinggi perpindahan panas radiasi akan jauh dominan. Sedangkan pada temperatur yang lebih rendah perpindahan panas konveksi akan lebih dominan.